Monday, December 17, 2007

Tak banyak

Maaf,...
Sepertinya kata-kata itu sudah banyak terucap dari mulutku, tapi apa lagi memang yang bisa ku ungkapkan untuk menyatakan penyesalanku atas segala tindakanku yang terlalu kejam padanya yang telah tulus ikhlas merawatku, melayaniku baik dalam keadaan sehat maupun sakit. yang selalu mendukungku dan memberikan suport pada segala pekerjaanku, walaupun aku tau apa yang kukerjakan itu tidaklah membuatnya nyaman.

Dia,.. adalah seorang wanita yang solehah menurutku,.. dan aku tidak peduli apa kata orang,.. dia adalah seorang istri yang tak pernah membantah apa yang dikatakan suaminya,...aku,..
dan aku tau,... bahwa apa yang kukatakan itu lebih banyak menyakitinya dari pada membuatnya senang,... tapi dia tetap menerimanya,... tidak mengeluhkannya,....

Dia terbangun dipagi hari,.. sebelum aku bangun,... menyiapkan sarapanku,.. meyiapkan baju kerjaku,.. menyiapkan segala keperluanku,... selesai itu,.. dia tidak istirahat apalagi sarapan,.. dia harus membangunkan anak-anak kami untuk segera mandi, menyiapkan sarapan mereka (anaku 3 orang) dan berangkat kesekolah,....

Kalau diselamai,... pekerjaannya berat,.... amat berat,... bahkan lebih berat dari pekerjaanku yang cuma duduk dikereta,... duduk dimetromini,.. sampai dikantor juga kerjaku cuma duduk,.. menerawang,... mencari ilham,... didepan monitor.
Tapi keluhku sudah beribu bahkan berjuta,... dihadapannya,..
Post a Comment