Skip to main content

Kecewa

Duduk di bandara Sultan Hasanudin di Makasar,..
dengna penuh kecewa yang terpendam didada,..

Pagi ini masih gelap,... matahari belum penuh menampakan tubuhnya,..
kantuk juga masih kelihatan diraut wajahnya,...
sangarnya yang panas belum nampak,..
Jam di dinding kafe tempat sarapan masih terpaku di antara angka 7 dan 6,..

Kecewa dan sedikit galau serta di bumbui dengan senyuman kecut,..
terbersit dalam pikiran,..
Cukup tidak ganti utang tiket pergi dan pulang,..
kalau dilihat dari uraiannya jelas ada selisih minus,..
tapi kenapa dikasih tambahan,..

apa memang ingin dikatakan baik,..
sehingga harus memberi tambahan,..

kalau memang baik kenapa harus ..............,..
yang besarnya lumayan, .... cukup untuk transport pulang pergi jakarta rangkas selama satu bulan,..
senyum-senyum sendiri,.. dengan rasa asem,,,asem kecut,..

dari kejadian itu jadi terbersit ingatan dengan pertanyaan seorang teman,..
lagi-lagi di facebook,...


Kenapa setelah pakai dapodik, gaji jadi tidak lancar,..
Kenapa tunjangan triwulan ke dua belum juga cair,...
Kenapa saya belum dibayar,..

itu pasti bentuk pertanyaan atas kekecewaan mereka,..
mungkin lebih parah dari yang saya alami,..
tapi apakah kekecewaan mereka karena saya?????

Pertama :
Gaji tidak ditentukan melalui dapodik,..
Jika PNSD maka gaji dikeluarkan oleh pemda setempat, dimana guru mengabdikan dirinya untuk membina, membimbing, mengajar dan mendidik siswa,..
Apakah pemda membayar gajinya menggunakan data dapodik,..
Jawabannya sekali,... TIDAK,... lalu kenapa mereka bilang gaji jadi tidak lancar gara-gara dapodik???
Disini ada pemahaman yang keliru,..
Mungkin yang dimaksud dengan gaji oleh teman saya itu adalah tunjangan profesi,..
Kalau memang tunjangan profesi,..seharusnya dia sudah memahami dasar-dasar tunjangan tersebut bisa dibayarkan,.. dan kenapa harus menggunakan dapodik,...
Kalau diflashback kebelakang,.. sebelum adanya dapodik,..apakah SEMUA GURU mengajar 24 jam dan linier dengan sertfikasinya?
keterangannya yang diberikan kepala sekolah YA mereka mengajar 24 jam linier,...
tapi begitu dihitung rasio rombelnya tidak memungkinkan guru mendapat 24 jam,..
ada sekolah dasar yang gurunya sudah sertifikasi sebanyak 8 orang, jumlah rombel cuma 6 (kelas 1 - 6),.. guru yang sertifikasi semuanya guru kelas,.. kepala sekolah memberi keterangan kepada beban mengajarnya 24 jam linier,..semua,...semua,...
coba dech hitung,.. apa mungkin 6 rombel bisa diajar oleh 8 guru kelas????
saat itu ternyata guru yang sudah sertifikasi itu ada yang mengajar guru kelas dan ada juga yang mengajar bahasa daerah dan bahasa inggris,..
Apakah keadaan ini bisa dibenarkan,... sementara kepala sekolah sudah menyatakan guru-gurunya memenuhi 24 jam linier, bahkan berani menandatangani pernyataan bermaterai/???
Karena pernytaan Kepala sekolah tersebutlah pengelola tunjangan profesi di kabupaten/kota mengusulkan guru-guru tersebut untuk diterbitkan SKTPnya,..walau pada kenyataanya guru-guru tersebut tidak memenuhi 24 jam linier,...

Lalu kenapa harus pakai dapodik???
Dapodik digunakan sebagai sumber data yang digunakan untuk menerbitkan SKTP, karena didalam dapodik sudah terdapat data guru secara lengkap,..mulai dari data individu,..data jumlah siswa,..data rombongan belajar,..data ruang belajar dan sebagainya yang dibutuhkan untuk menghitung ketercukupan 24 jam,..
Jika dulu cukup dengan keterangan kepala sekolah,..
sekarang akan di cek oleh sistem kebenaran mengajar 24 jamnya,..berdasarkan pembagian pembelajaran atas rombel yang tersedia,..

dan yang cukup "mengagetkan" pada awalnya adalah ternyata banyak sekali guru yang tidak bisa memenuhi 24 jam linier,... lalu kenapa sebelumnya pada bisa terbit SKTPnya,.. sekali lagi karena surat sakti dari kepala sekolah,...lalu bagaimana statusnya??? kalau menurut aturan harusnya guru yang tidak berhak tadi,. mengembalikan tunjangan profesi yang sudah diterimanya,...

dengan dapodik diharapkan hal itu tidak terjadi,..
Apakah sudah sempurna??
Jawabnya belum,...
Ini adalah tahapan awal,...akan ada tahapan penerapan aturan tentang pemenuhan 24 jam secara "saklek" sesuai dengan aturan yang ada,...
seperti penerapan 1:20,....antara jumlah siswa dan guru,..lihat pp 74 tahun 2008 dan undang-undang guru tahun 2005,..

ini potongan peraturannya yang di screenshoot oleh seorang teman :
Terima kasih kang Asep Sulle Morana atas screenshootnya

untuk yang kedua,..saya lagi cari cara untuk menjelaskan agar tidak bikin bingung,..sebab saya sendiri juga bingung,...

mohon maaf,..



Post a Comment

Popular posts from this blog

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 3: SMK KTSP)

sebelumnya harus difahami bersama, bahwa apa yang saya tuliskan disini bukanlah acuan resmi pengisian dapodik. Proses pengisian dapodik termasuk didalamnya jumlah jam mengajar dan maksimum jumlah jam per rombel mengacu kepada aturan masing-masing kurikulum, jika ada tulisan saya yang kurang tepat, mohon koreksi bersama. Tulisan ini sewaktu-waktu dapat saja diubah untuk penyesuaian dengan aturan yang berlaku.

Pembelajaran SMA sudah kita bahas beberapa minggu lalu. Sekarang saya mencoba akan membahas tentang batasan-batasan entrian dapodik dan klasifikasi mata pelajaran pada jenjang SMK dengan kurikulum KTSP.
Pada umumnya pembelajaran SMA dan SMK pada kurikulum SMK tidak banyak perbedaan cara pengisiannya di dapodik. Walaupun mungkin proses pembelajaran itu sendiri di dalam kelas akan banyak perbedaan. Saya tidak melhat proses belajar mengajar dikelas, tapi yang saya bahas berikut adalah bagaimana cara mengisi dapodik sekolah agar data yang dikirim ke server dapodik pusat bisa sesuai de…

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 2: SMA K13)

sebelumnya harus difahami bersama, bahwa apa yang saya tuliskan disini bukanlah acuan resmi pengisian dapodik. Proses pengisian dapodik termasuk didalamnya jumlah jam mengajar dan maksimum jumlah jam per rombel mengacu kepada aturan masing-masing kurikulum, jika ada tulisan saya yang kurang tepat, mohon koreksi bersama. Tulisan ini sewaktu-waktu dapat saja diubah untuk penyesuaian dengan aturan yang berlaku.
Pada buku panduan sukses dapodik SMA/SMK disebutkan, bahwa kurikulum SMA 2013 diambil berdasarkan permendikbud 59 tahun 2014
Daftar Mapel yang di tampilkan pada jendela pembelajaran Kurikulum SMA 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas,  Jika pengisian sudah mengikuti rambu-rambu tersebut, maka seharusnya data yang dientrikan valid. selanjutnya yang harus di validasi di server GTK hanyalah linieritas mata pelajaran yang diajarkan dengan bidang studi sertifikasinya.

Seorang guru bisa dikatakan linier jika dia mengajar matapelaja…

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 1: SMA KTSP)

Lama sudah blog ini di tinggalkan, tidak disentuh apalagi di colek. Sepanjang perjalanan ini, didalam gerbong kereta yang lumayan dingin, saya ingin sedikit berbagi dengan teman-teman operator tunjangan yang dikejar-kejar kepala dinas, kenapa data dikmen tidak pernah bertambah. Dan dikejar-kejar operator sekolah, bagaimana cara isi dapodikmen yang selalu salah di info gtk.. Dan saya juga ingin berbagi dengan operator sekolah jenjang dikmen yang selalu begadang memperbaiki datanya yang tak kunjung valid.. Dan desakan guru yang tak sabaran menunggu sktpnya terbit...
Selain linieritas bidang studi yang diajarkan dengan sertifikat pendidik, syarat lain yang harus dipenuhi agar jumlah jam linier tidak berangka 0 adalah komposisi pengaturan jadwal mengajar.  Jumlah jam belajar dalam sebuah rombel tidak boleh melebihi ketetapan yang telah di tentukan, masing-masing jenjang dan tingkat kelas jumlah maksimum jam belajar perminggu tidaklah sama.
Ada beberapa jenis kelompok mata pelajaran (saya…